
Di area pemotongan kaca, prosesnya sudah jelas: selembar kaca dingin diletakkan di atas meja pemotongan, lalu garis-garis pemotongan mulai terbentuk. Guncangan termal yang terjadi menyebabkan munculnya retakan kecil sebelum proses pemotongan selesai. Setiap potongan kaca yang gagal dipotong merupakan kerugian yang tidak dapat dikembalikan. Kami menciptakan lampu pemanas khusus untuk menghindari hal tersebut—dengan menstabilkan suhu kaca sebelum proses pemotongan dimulai.
Lampu ini menggunakan sinar inframerah berfrekuensi tinggi yang memiliki respons cepat, sehingga mampu memanaskan permukaan kaca tanpa membuat udara di sekitarnya menjadi panas seperti di dalam oven. Dengan demikian, suhu di seluruh permukaan kaca tetap stabil, sehingga retakan akibat perbedaan suhu tidak akan terjadi. Daya yang digunakan disesuaikan dengan kecepatan pemotongan, sehingga hasil pemotongan tetap konsisten dari satu shift ke shift lainnya. Panas yang dihasilkan hanya sesuai kebutuhan, bukan karena penggunaan oven penuh, sehingga konsumsi energi pun lebih rendah.
Dengan demikian, jumlah kaca yang gagal dipotong berkurang, dan kedalaman pemotongan tetap stabil di setiap batch. Penggunaan energi per meter persegi juga menurun, umur lampu lebih panjang dibandingkan modul halogen yang lebih lama, dan waktu henti akibat perbaikan pun berkurang. Lampu ini dapat langsung digunakan sebagai pengganti lampu pada mesin pemotong buatan OEM, dan antarmuka kontrolnya memudahkan pekerja dalam mengoperasikan mesin tersebut.
Pemasangan lampu ini hanya membutuhkan tegangan listrik yang tepat dan jarak yang cukup dari permukaan kaca, agar tidak terjadi titik panas yang berlebihan. Setelah dipasang, lampu ini digunakan untuk memanaskan kaca sebelum proses pemotongan dimulai, biasanya selama 2–4 detik. Data yang dihasilkan digunakan untuk menyesuaikan ketebalan kaca dan emisivitas lapisan pelindungnya.